Adikarya Dance Company Prodi Seni Pertunjukan UNIMED Raih Juara 1 di iForte National Dance Competition Regional Kota Medan

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan, Universitas Negeri Medan (UNIMED). Adikarya Dance Company, sebagai delegasi kebanggaan Prodi Seni Pertunjukan, berhasil meraih Juara 1 pada ajang iForte National Dance Competition 2026 tahap regional Kota Medan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas, kreativitas, dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan seni pertunjukan, khususnya di bidang tari. Melalui penampilan yang memukau, penuh penghayatan, serta didukung oleh teknik dan konsep artistik yang matang, Adikarya Dance Company mampu memikat perhatian dewan juri dan para penonton.

Ajang iForte National Dance Competition merupakan salah satu kompetisi tari bergengsi tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai kelompok tari terbaik dari berbagai institusi dan komunitas. Kemenangan pada tahap regional ini menjadi langkah penting bagi Adikarya Dance Company untuk melangkah ke tahapan selanjutnya dan membawa nama baik UNIMED di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Prodi Seni Pertunjukan UNIMED dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Semangat berkarya dan inovasi yang ditunjukkan oleh tim menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya.

Selamat kepada Adikarya Dance Company atas pencapaian luar biasa ini. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama Universitas Negeri Medan di kancah nasional.

UNIMED Raih 4 Medali pada Anugrah Diktisaintek Tahun 2025

Universitas Negeri Medan (Unimed) meraih empat penghargaan dalam Anugerah Diktisaintek 2025 yang di gelar di Gedung Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2 Senayan Jakarta, Jumat (19/12/2025). Empat penghargaan yang diterima Unimed yakni 1) Medali Silver Kategori Peningkatan Kinerja Terbaik (Sinta Award), 2) Medali Silver Kategori Publikasi (Sinta Award), 3) Terbaik 2 Pengelola Beasiswa ADIK, dan 4) Medali Bronze Anugerah Humas (website).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Prof. Dr. Erond Litno Damanik, M. Si, yang menerima langsung empat penghargaan tersebut mengatakan Anugerah Diktisaintek 2025 ini merupakan ajang untuk memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi yang telah berkontribusi, bekerja keras, dan tentu menghasilkan reputasi-reputasi terbaiknya dalam bidang Pendidikan Tinggi dan Saintek Berdampak dan prestasi lainnya.

“Bagi Unimed, tentu sejumlah penghargaan yang diraih ini merupakan bukti kita Unimed terus konsisten dan secara berkelanjutan melakukan perbaikan-perbaikan kinerja dan berbagai capaian internal dan eksternal dalam menghasilkan prestasi yang diapresiasi oleh Kementerian Diktisaintek,” ujar Prof. Erond. Wakil Rektor IV Unimed Prof. Erond menambahkan, dua kategori prestasi yang kita raih dalam kategori Sinta Award menunjukkan dosen-dosen Unimed secara konsisten dan sudah baik dalam mengupdate data-data publikasi di akun sinta masing-masing dosen. Tahun depan akan kita dorong agar semua dosen secara konsisten dan tertib untuk terus mengupdate data publiaksi di akun sinta masing-masing dosen.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mengatakan acara ini merupakan momentum penting untuk mengapresiasi dunia usaha, pendidikan tinggi, jurnalis dan industri sehingga bisa membuka peluang baru dan memperkokoh daya saing secara global, mencetak daya saing unggul. Penghargaan yang diberikan bukan sekedar pengakuan tapi juga dorongan untuk melangkah lebih jauh demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang berdaya saing tinggi.

Capaian prestasi dan penghargaan pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 ini semakin meneguhkan komitmen Unimed sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang konsisten menunjukkan kinerja unggul, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kemajuan dan keberlanjutan. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi Unimed terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia yang berdampak, unggul dan berdaya saing nasional dan internasional.(Humas Unimed)

Mahasiswa FBS Meraih Gelar “Best Choreography” di IMT-GT 2024

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Medan (UNIMED) di kancah internasional. Dalam ajang Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2024 yang diselenggarakan di Universiti Sains Malaysia, delegasi mahasiswa FBS UNIMED berhasil meraih penghargaan bergengsi Best Choreography.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas kreativitas, inovasi artistik, dan kemampuan koreografis mahasiswa FBS UNIMED dalam bidang seni pertunjukan. Melalui konsep garapan yang matang, komposisi gerak yang estetis, serta pengolahan artistik yang kuat, penampilan mahasiswa UNIMED mampu memukau dewan juri dan para peserta dari berbagai negara.

Ajang IMT-GT merupakan forum kolaborasi regional yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Keikutsertaan mahasiswa FBS UNIMED pada kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia di tingkat internasional.

Capaian Best Choreography ini mencerminkan komitmen FBS UNIMED dalam membina mahasiswa yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di panggung global. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya seni yang inovatif dan berdaya saing internasional.

Selamat kepada mahasiswa FBS UNIMED atas pencapaian luar biasa ini. Semoga keberhasilan tersebut menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi gemilang lainnya dan semakin mengharumkan nama Universitas Negeri Medan di tingkat regional maupun internasional.

Tugas Akhir Pemeranan: “Sekar Murka” Tampilkan Drama Cinta dan Konflik Batin

Program Studi Seni Pertunjukan kembali menggelar Tugas Akhir minat Pemeranan melalui pementasan naskah “Sekar Murka” karya Desi Puspitasari, yang dibawakan oleh mahasiswi teruji Natasya Haryani Hutabarat.

Di bawah bimbingan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn. dan Dr. Nurwani, S.St., M.Hum., pertunjukan ini mengisahkan Nis, seorang perempuan yang rela meninggalkan keluarganya demi cinta. Konflik memuncak ketika hubungan yang telah dijalani selama enam tahun justru berujung penolakan, rahasia masa lalu, dan tekanan batin yang membawa tokoh utama pada kondisi stres dan depresi.

Dengan dukungan tim aktor dan produksi yang solid, pementasan ini menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa dalam menunjukkan kemampuan pemeranan, penghayatan karakter, serta kerja kolaboratif di bidang seni pertunjukan.

Mahasiswa Minat Pemeranan Prodi Seni Pertunjukan Gelar Tugas Akhir melalui Pementasan Naskah “Barabah”

Program Studi Seni Pertunjukan kembali menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir minat Pemeranan sebagai bagian dari evaluasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan studi Strata 1. Pada kesempatan ini, mahasiswa Kristiana Berutu tampil sebagai mahasiswa teruji melalui pementasan naskah “Barabah”, karya sastrawan Motinggo Busye.

Naskah Barabah mengangkat kisah kehidupan rumah tangga Banio, seorang kakek tua, bersama istrinya yang masih muda, Barabah. Rumah tangga mereka digambarkan harmonis dan penuh kasih, terlebih dengan hadirnya kehamilan yang sangat dinantikan sebagai harapan memperoleh keturunan laki-laki. Konflik mulai muncul ketika kedatangan tamu-tamu yang menimbulkan kecemburuan dan prasangka di hati Barabah, sehingga memunculkan ketegangan dalam alur cerita.

Pementasan ini diperankan oleh Kristiana Berutu (Barabah), Ekel Wijayanta (Banio), Azis Muslim (Adibul), Rafika Manurung (Zaitun), dan Gibral (Anak), serta didukung oleh tim produksi yang terdiri atas unsur manajemen panggung, artistik, kostum, musik, tata cahaya, dokumentasi, dan publikasi.

Sivitas akademika dan masyarakat umum diundang untuk hadir dan menyaksikan pementasan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa. Program Studi Seni Pertunjukan kembali menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir minat Pemeranan sebagai bagian dari evaluasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan studi Strata 1. Pada kesempatan ini, mahasiswa Kristiana Berutu tampil sebagai mahasiswa teruji melalui pementasan naskah “Barabah”, karya sastrawan Motinggo Busye.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn. selaku dosen pembimbing karya sekaligus sutradara, serta Martozet, S.Sn., M.A. sebagai dosen pembimbing skripsi. Adapun tim dosen penguji terdiri atas Dr. Nurwani, S.St., M.Hum., Irwansyah, S.Sn., M.Sn., dan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn.

Pementasan ini diperankan oleh Kristiana Berutu (Barabah), Ekel Wijaya (Banio), Azis Muslim (Adibul), Rafika Manurung (Zaitun), dan Gibral (Anak), serta didukung oleh tim produksi yang terdiri atas unsur manajemen panggung, artistik, kostum, musik, tata cahaya, dokumentasi, dan publikasi.