Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menggelar Ujian Tugas Akhir Strata-1 Minat Pemeranan sebagai bagian dari proses akademik mahasiswa dalam menuntaskan studi.
Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Ekel Wijayanta Pelawi akan menampilkan karya berjudul “Nyanyian Angsa” karya Anton P. Chekhov, terjemahan Djohan A. Nasution. Pertunjukan akan dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Tari Taman Budaya Kota Medan.
Naskah ini mengisahkan krisis batin seorang aktor senior, Vasili Svietlovidoff, yang pernah berada di puncak kejayaan panggung. Di tengah kesepian dan kegelisahan, ia mulai mempertanyakan makna tepuk tangan, pujian, serta cinta yang pernah hadir dalam hidupnya. Kehadiran Nikitushka sebagai pembisik setia membawa Vasili kembali mengenang masa-masa gemilangnya, sekaligus memperlihatkan sisi rapuh seorang seniman yang hanya ingin didengarkan.
Pementasan ini didukung oleh tim produksi Nyanyian Angsa yang melibatkan unsur sutradara, aktor, artistik, musik, tata cahaya, kostum, hingga dokumentasi dan publikasi, sebagai bentuk kolaborasi akademik dan artistik mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.
Melalui karya ini, mahasiswa menampilkan kemampuan pemeranan yang mendalam sekaligus menghadirkan refleksi tentang eksistensi, kesepian, dan makna panggung bagi seorang aktor.
Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir Penciptaan Komposisi Musik sebagai bagian dari capaian akademik mahasiswa dalam bidang seni musik.
Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Lisker Siagian akan mempersembahkan karya komposisi musik berjudul “Freedom’s Cry”, sebuah karya yang lahir dari refleksi mendalam terhadap buku Night karya Elie Wiesel. Memoar tersebut menjadi sumber inspirasi dalam menghadirkan pengalaman batin tentang penderitaan, kehilangan, trauma, dan secercah harapan di tengah penindasan.
Melalui bahasa musikal, karya ini tidak sekadar menceritakan ulang peristiwa sejarah, tetapi mengajak pendengar memasuki ruang emosional yang penuh keheningan, luka, dan keteguhan jiwa. Setiap lapisan bunyi menjadi representasi jeritan kebebasan yang terpendam—sebuah doa sekaligus bentuk perlawanan paling dalam terhadap ketidakadilan.
Ujian tugas akhir ini akan dilaksanakan pada Rabu, 06 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Studio Sendratasik.
Didukung oleh tim produksi yang profesional mulai dari pimpinan produksi, stage manager, pemusik, penata artistik, hingga sound dan lighting, pertunjukan ini diharapkan menjadi pengalaman musikal yang menyentuh sekaligus menggugah kesadaran kemanusiaan.
Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni kembali menghadirkan karya terbaik mahasiswa melalui Ujian Pertunjukan Tugas Akhir Minat Tari. Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Muhammad Riski akan menampilkan karya tari berjudul “Menjejak”, sebuah pertunjukan yang sarat makna tentang perjuangan, harapan, dan keberanian menapaki masa depan.
Karya ini mengangkat kisah seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan hidup dan berasal dari keluarga broken home, namun tetap menyimpan tekad yang kuat untuk melangkah. Di tengah sunyi dan kesederhanaan, ia percaya bahwa setiap jejak yang diciptakan hari ini akan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Menjejak adalah kisah tentang keberanian melangkah, tentang mimpi yang tumbuh dari tanah paling sederhana, dan tentang bagaimana jejak kaki kecil mampu mengubah arah kehidupan. Melalui gerak tari yang ekspresif dan emosional, pertunjukan ini diharapkan mampu menyentuh perasaan penonton sekaligus menghadirkan refleksi tentang kekuatan mimpi dan keteguhan hati.
Pertunjukan akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025, pukul 20.00 WIB, bertempat di Gedung Utama Taman Budaya Kota Medan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram Seni Pertunjukan.
Didukung oleh tim produksi dan para penari yang solid, karya ini menjadi wujud pencapaian artistik mahasiswa dalam bidang tari sekaligus representasi semangat generasi muda untuk terus melangkah dan meninggalkan jejak berarti.Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan yang penuh makna dan inspirasi ini.
Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni kembali menghadirkan karya terbaik mahasiswa melalui Ujian Pertunjukan Tugas Akhir Minat Pemeranan dan Penyutradaraan. Kali ini, mahasiswa teruji Ika Fitriana dan Azis Muslim mempersembahkan pementasan naskah “BUI” karya Akhudiat, sebuah drama yang sarat kritik sosial, emosi, dan pergulatan kemanusiaan.
Mengusung slogan “BUI semakin terpenjara”, pertunjukan ini menjadi ruang refleksi tentang kebebasan, keadilan, dan nasib manusia di balik jeruji besi. Melalui konflik yang kuat dan suasana dramatik yang intens, penonton akan diajak menyaksikan bagaimana penjara bukan hanya membatasi tubuh, tetapi juga harapan, martabat, dan rasa kemanusiaan.
Sinopsis:
Dua tahanan dalam satu sel penjara, salah satu di antaranya sudah lama mendekam, dan yang lainnya baru masuk ke jeruji besi, mereka memiliki kesamaan yakni ingin mempertahankan keadilan, mendapatkan hak mereka sebagai seorang manusia, dan keadilan di ruang persidangan, membuat mereka ingin keadilan itu ada dalam jeruji besi dan segera terlaksana.
Bui adalah kebebasan yang terenggut
Bui adalah sistem yang semena-mena
Bui adalah hukum yang tebang pilih
Bui adalah cinta yang membentur kenyataan
Bui adalah hidup yang menggantung dan mati yang menyiksakan senar nafas
Bui adalah ambang hidup, kabur dan penuh perih.
Pertunjukan akan dilaksanakan pada Selasa, 08 Juli 2025, pukul 16.00 WIB, bertempat di Gedung Utama Taman Budaya Kota Medan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram Seni Pertunjukan.
Didukung oleh tim produksi yang solid dari unsur sutradara, artistik, musik, lighting, tata rias, kostum, hingga dokumentasi, pementasan ini menjadi bukti kualitas dan kreativitas mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.
Jangan lupa datang dan saksikan, karena dalam “BUI”, yang terpenjara bukan hanya tubuh, tetapi juga keadilan itu sendiri.
Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni kembali menghadirkan Ujian Pertunjukan Tugas Akhir Minat Pemeranan melalui karya yang sarat emosi dan ketegangan psikologis. Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Andre Ramadani akan menampilkan pementasan berjudul “Kematian yang Direncanakan”, karya August Strindberg.
Pertunjukan akan dilaksanakan pada Jum’at, 20 Juni 2025 pukul 16.00 WIB di Gedung Utama Taman Budaya Kota Medan, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram @prodisenipertunjukan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum.
Karya ini mengangkat kisah Tuan Durand, seorang ayah yang kehilangan wibawa dan kendali dalam rumah tangganya. Di tengah penolakan dari ketiga putrinya, tekanan ekonomi, dan luka emosional yang terus menumpuk, ia perlahan tenggelam dalam keputusasaan hingga merencanakan akhir hidupnya sebagai bentuk perlawanan sunyi atas runtuhnya harga diri dan nilai-nilai yang selama ini ia pegang.
Dengan balutan realisme yang tajam, pertunjukan ini menghadirkan konflik batin, ironi keluarga, serta potret tragis seorang pria yang kehilangan tempat dalam keluarganya sendiri. Sebuah sajian drama yang mengajak penonton menyelami sisi emosional manusia secara mendalam dan menyentuh.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan karya terbaik mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.
Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menggelar Ujian Tugas Akhir Strata-1 Minat Pemeranan. Pada kesempatan ini, mahasiswi teruji Anggrenia Sinaga akan menampilkan pementasan drama klasik dunia berjudul “Long Day’s Journey Into Night” karya Eugene O’Neill.
Pertunjukan akan dilaksanakan pada 18 Juni 2025 pukul 20.00 WIB bertempat di Taman Budaya Medan, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram @prodisenipertunjukan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum.
Drama ini mengangkat kisah keluarga Tyrone, sebuah keluarga yang terjebak dalam lingkaran kecanduan, trauma masa lalu, penyesalan, dan konflik yang terus berulang. Ketegangan emosional dalam keluarga semakin memuncak ketika rahasia masa lalu mulai terungkap dan hubungan antaranggota keluarga perlahan runtuh di bawah tekanan kenyataan hidup.
Karya ini berada di bawah bimbingan Dr. Nurwani, S.St., M.Hum., dengan tim penguji yang terdiri atas Irwansyah, S.Sn., M.Sn., Frisdo Ekardo, S.Sn., M.Sn., dan Russel Akbar Fauzi, S.Sn., M.Sn. Pementasan juga didukung oleh tim produksi yang solid, mulai dari sutradara, aktor, stage manager, artistik, musik, tata kostum, lighting, hingga dokumentasi.
Melalui ujian tugas akhir ini, mahasiswa menunjukkan kompetensi artistik, kemampuan pemeranan, serta kolaborasi profesional dalam seni pertunjukan.
Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menggelar Ujian Tugas Akhir Strata-1 Minat Pemeranan sebagai bagian dari proses akademik mahasiswa dalam menyelesaikan studi.
Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Jesaya Guspri Sitanggang akan menampilkan karya berjudul “Keadilan” karya Albert Camus, sebuah pementasan yang diharapkan mampu menghadirkan refleksi mendalam tentang nilai kemanusiaan, moral, dan keadilan melalui seni pemeranan.
Kegiatan akan dilaksanakan pada:
- Hari/Tanggal: Selasa, 30 April 2024
- Waktu: 16.00 WIB s.d. selesai
- Tempat: Gedung Pertunjukan BM3 Kota Medan
Jl. Adinegoro No.1 Kota Medan
(belakang Taman Budaya Kota Medan, depan Kampus UINSU)
Seluruh sivitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat umum diundang untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan ini.
















































