Mahasiswa Seni Pertunjukan UNIMED Tampilkan Skripsi Penciptaan Pemeranan “Long Day’s Journey into Night”
Program Studi Seni Pertunjukan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan kembali melaksanakan ujian skripsi penciptaan pertunjukan pada peminatan pemeranan. Mahasiswa teruji, Anggrenia Sinaga, menampilkan karya berjudul Long Day’s Journey into Night karya dramawan Amerika, Eugene O’Neill, sebagai bentuk implementasi kompetensi artistik dan akademik dalam bidang seni peran. Kegiatan ini diselenggarakan di Taman Budaya Medan sebagai ruang pertunjukan yang mendukung eksplorasi artistik mahasiswa.
Karya ini merupakan hasil proses penciptaan yang berfokus pada pendalaman karakter melalui pendekatan pemeranan yang menekankan aspek psikologis, emosi, dan relasi antar tokoh. Dalam pertunjukan tersebut, Anggrenia Sinaga mengeksplorasi kompleksitas konflik keluarga yang menjadi inti cerita, serta menghadirkan interpretasi karakter secara mendalam dan komunikatif kepada penonton.
Proses penciptaan karya ini melibatkan tahapan analisis naskah, eksplorasi karakter, latihan pemeranan, hingga penyajian pertunjukan. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada teknik akting, tetapi juga pada pemahaman konteks dramatik dan penguatan ekspresi artistik di atas panggung.
Ujian skripsi ini dinilai oleh tim dosen penguji yang mengevaluasi aspek konseptual, kualitas pemeranan, penguasaan karakter, serta kemampuan mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan proses dan hasil karya secara akademik. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan capaian kompetensi mahasiswa secara nyata melalui karya seni.
Melalui karya Long Day’s Journey into Night, Anggrenia Sinaga diharapkan mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai calon aktor profesional yang tidak hanya menguasai teknik pemeranan, tetapi juga memiliki kepekaan artistik dan kemampuan interpretasi terhadap karya drama klasik.
Program Studi Seni Pertunjukan Universitas Negeri Medan menyelenggarakan ujian tugas akhir penciptaan musik yang menampilkan berbagai karya inovatif mahasiswa, salah satunya karya dari Febe Febriyana Tambunan. Kegiatan ini menjadi wujud implementasi pembelajaran berbasis praktik serta penguatan kompetensi di bidang seni pertunjukan.
Opera Batak “Boru Lopian” merupakan karya tugas semester yang disusun sebagai bagian dari pembelajaran pada Program Studi Seni Pertunjukan. Karya ini mengangkat tema kehidupan perempuan dalam budaya Batak Toba yang dihadapkan pada nilai-nilai adat, keluarga, dan pilihan hidup pribadi.
Cerita berpusat pada tokoh Boru Lopian, seorang perempuan yang memiliki karakter kuat namun harus menghadapi berbagai tekanan sosial dalam lingkungannya. Ia dihadapkan pada situasi yang menuntutnya untuk mengikuti aturan adat, khususnya dalam hal peran perempuan dan keputusan terkait kehidupan pribadinya. Konflik yang muncul menggambarkan pertentangan antara keinginan individu dan tuntutan budaya yang berlaku dalam masyarakat.
Dalam proses penciptaan karya ini, mahasiswa melakukan eksplorasi terhadap unsur-unsur seni pertunjukan yang meliputi akting, musik, gerak, dan dialog. Opera ini memadukan elemen tradisional Batak, seperti musik dan nuansa adat, dengan pendekatan penyajian yang lebih sederhana sesuai dengan konteks pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam memahami, mengolah, dan menampilkan karya berbasis budaya lokal.
Karya “Boru Lopian” juga menjadi media pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas, kerja sama tim, serta kemampuan interpretasi mahasiswa terhadap isu sosial dan budaya. Melalui pertunjukan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengekspresikan gagasan artistik secara terstruktur dan komunikatif.
Secara keseluruhan, karya ini tidak hanya berfungsi sebagai tugas akademik, tetapi juga sebagai upaya mahasiswa dalam memahami dan melestarikan nilai-nilai budaya Batak melalui seni pertunjukan.
