Opera Batak “Boru Lopian”

Opera Batak “Boru Lopian” merupakan karya tugas semester yang disusun sebagai bagian dari pembelajaran pada Program Studi Seni Pertunjukan. Karya ini mengangkat tema kehidupan perempuan dalam budaya Batak Toba yang dihadapkan pada nilai-nilai adat, keluarga, dan pilihan hidup pribadi.

Cerita berpusat pada tokoh Boru Lopian, seorang perempuan yang memiliki karakter kuat namun harus menghadapi berbagai tekanan sosial dalam lingkungannya. Ia dihadapkan pada situasi yang menuntutnya untuk mengikuti aturan adat, khususnya dalam hal peran perempuan dan keputusan terkait kehidupan pribadinya. Konflik yang muncul menggambarkan pertentangan antara keinginan individu dan tuntutan budaya yang berlaku dalam masyarakat.

Dalam proses penciptaan karya ini, mahasiswa melakukan eksplorasi terhadap unsur-unsur seni pertunjukan yang meliputi akting, musik, gerak, dan dialog. Opera ini memadukan elemen tradisional Batak, seperti musik dan nuansa adat, dengan pendekatan penyajian yang lebih sederhana sesuai dengan konteks pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam memahami, mengolah, dan menampilkan karya berbasis budaya lokal.

Karya “Boru Lopian” juga menjadi media pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas, kerja sama tim, serta kemampuan interpretasi mahasiswa terhadap isu sosial dan budaya. Melalui pertunjukan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengekspresikan gagasan artistik secara terstruktur dan komunikatif.

Secara keseluruhan, karya ini tidak hanya berfungsi sebagai tugas akademik, tetapi juga sebagai upaya mahasiswa dalam memahami dan melestarikan nilai-nilai budaya Batak melalui seni pertunjukan.

Tugas Akhir Pemeranan: “Sekar Murka” Tampilkan Drama Cinta dan Konflik Batin

Program Studi Seni Pertunjukan kembali menggelar Tugas Akhir minat Pemeranan melalui pementasan naskah “Sekar Murka” karya Desi Puspitasari, yang dibawakan oleh mahasiswi teruji Natasya Haryani Hutabarat.

Di bawah bimbingan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn. dan Dr. Nurwani, S.St., M.Hum., pertunjukan ini mengisahkan Nis, seorang perempuan yang rela meninggalkan keluarganya demi cinta. Konflik memuncak ketika hubungan yang telah dijalani selama enam tahun justru berujung penolakan, rahasia masa lalu, dan tekanan batin yang membawa tokoh utama pada kondisi stres dan depresi.

Dengan dukungan tim aktor dan produksi yang solid, pementasan ini menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa dalam menunjukkan kemampuan pemeranan, penghayatan karakter, serta kerja kolaboratif di bidang seni pertunjukan.