“Tembang Wiyasti”, Ratapan Perempuan di Tengah Kuasa dan Luka Keluarga

Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menghadirkan Ujian Tugas Akhir Strata-1 Minat Pemeranan melalui sebuah karya yang sarat tragedi, emosi, dan kritik sosial. Pada kesempatan ini, mahasiswi teruji Joya Delfika Rani akan menampilkan pementasan berjudul “Tembang Wiyasti”, sebuah karya yang dikaji ulang oleh Patu Aminin.

Pertunjukan ini mengangkat kisah pilu Wiyasti, seorang perempuan yang tumbuh di dalam rumah tanpa kehangatan. Di tengah ayah yang tenggelam dalam judi dan pelacuran serta ibu yang perlahan sekarat oleh sakit dan kesepian, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi ruang sunyi yang penuh luka.

Konflik semakin memuncak ketika kehancuran ekonomi keluarga menjadikan tubuh Wiyasti sebagai taruhan terakhir. Kehadiran Karnowo membawa janji, kuasa, dan kekerasan yang merenggut kehormatan, sementara kebenaran pahit tentang darah, cinta, dan keluarga mulai terungkap. Karya ini menjadi potret tragis tentang perempuan yang dikorbankan oleh hasrat, kekuasaan, dan patriarki.

Pementasan akan dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Open Stage Universitas Negeri Medan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram @prodisenipertunjukan.

Didukung oleh tim produksi yang solid mulai dari sutradara, artistik, tata musik, lighting, kostum, hingga dokumentasi visual, pertunjukan ini diharapkan menjadi ruang refleksi tentang kemanusiaan, ketidakadilan, dan suara perempuan yang sering terpinggirkan.

Jangan lewatkan pertunjukan yang menyuarakan ratapan, luka, dan perlawanan melalui panggung seni pertunjukan.

Drama Musikal Pertama di Kota Medan, “Bunga di Pinggir Jurang” Hadir sebagai Karya Spektakuler Tugas Akhir Mahasiswa Seni Pertunjukan

Program Studi Seni Pertunjukan, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menghadirkan sebuah pencapaian artistik yang istimewa melalui pertunjukan drama musikal tugas akhir pementasan teater. Kali ini, mahasiswi teruji Uci Ramadha Putri akan mempersembahkan karya berjudul “Bunga di Pinggir Jurang”, sebuah produksi megah yang menjadi drama musikal pertama di Kota Medan dengan konsep pertunjukan yang luar biasa.

Ditulis oleh Frisdo Ekardo dan dipentaskan di bawah arahan sutradara Wira Bahri Winalda, karya ini hadir sebagai sajian teater musikal kontemporer yang memadukan akting, musik, dramatik panggung, dan emosi yang mendalam. Produksi ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan seni pertunjukan di Medan, sekaligus menunjukkan kualitas akademik dan kreativitas mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.

Kisah berpusat pada Arumi, seorang remaja yang berada di persimpangan antara mimpi dan tanggung jawab hidup. Di saat masa mudanya seharusnya dipenuhi cita-cita dan harapan, Arumi memilih bertahan di sisi perempuan yang selama ini ia panggil ibu. Namun, kehidupannya berubah ketika sebuah rahasia besar terungkap—perempuan yang selama ini ia rawat dan cintai ternyata bukan ibu kandungnya. Dari titik inilah konflik emosional berkembang, menghadirkan pergulatan batin tentang kasih sayang, identitas diri, pengorbanan, dan harga diri.

Melalui balutan drama musikal, kisah ini menjanjikan pengalaman pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyentuh sisi paling manusiawi dari kehidupan. Sebuah karya yang akan membawa penonton larut dalam emosi, musik, dan refleksi mendalam.

Pertunjukan akan dilaksanakan di Taman Budaya Sumatera Utara pada:

  • Tanggal: 12 November 2025
  • Waktu: 20.00 WIB – selesai

Mahasiswa FBS UNIMED Raih Best Performance pada IMT-GT 2025 di Thaksin University

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) di ajang internasional. Dalam kegiatan Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2025, delegasi mahasiswa UNIMED berhasil meraih penghargaan bergengsi Best Performance, yang diselenggarakan dengan Thaksin University sebagai tuan rumah.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa UNIMED dalam menampilkan karya seni pertunjukan yang unggul dan berdaya saing internasional. Melalui penampilan yang memukau, penuh penghayatan, serta didukung konsep artistik yang matang, delegasi UNIMED berhasil menarik perhatian dewan juri dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di kawasan regional.

Ajang IMT-GT merupakan forum kolaborasi penting antara perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang bertujuan memperkuat kerja sama akademik, budaya, dan pengembangan potensi mahasiswa di tingkat internasional. Keikutsertaan mahasiswa UNIMED pada kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya dan pertukaran ide kreatif antarnegara.

Capaian Best Performance ini mencerminkan komitmen UNIMED dalam membina mahasiswa yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di panggung global. Prestasi tersebut juga menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika serta semakin mengukuhkan eksistensi UNIMED sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam pengembangan seni, budaya, dan prestasi internasional.

Selamat kepada seluruh delegasi mahasiswa UNIMED atas pencapaian luar biasa ini. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama universitas di tingkat regional maupun internasional.

Ujian Tugas Akhir Minat Pemeranan Hadirkan “Nyanyian Angsa” Karya Anton P. Chekhov

Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menggelar Ujian Tugas Akhir Strata-1 Minat Pemeranan sebagai bagian dari proses akademik mahasiswa dalam menuntaskan studi.

Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Ekel Wijayanta Pelawi akan menampilkan karya berjudul “Nyanyian Angsa” karya Anton P. Chekhov, terjemahan Djohan A. Nasution. Pertunjukan akan dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Tari Taman Budaya Kota Medan.

Naskah ini mengisahkan krisis batin seorang aktor senior, Vasili Svietlovidoff, yang pernah berada di puncak kejayaan panggung. Di tengah kesepian dan kegelisahan, ia mulai mempertanyakan makna tepuk tangan, pujian, serta cinta yang pernah hadir dalam hidupnya. Kehadiran Nikitushka sebagai pembisik setia membawa Vasili kembali mengenang masa-masa gemilangnya, sekaligus memperlihatkan sisi rapuh seorang seniman yang hanya ingin didengarkan.

Pementasan ini didukung oleh tim produksi Nyanyian Angsa yang melibatkan unsur sutradara, aktor, artistik, musik, tata cahaya, kostum, hingga dokumentasi dan publikasi, sebagai bentuk kolaborasi akademik dan artistik mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.

Melalui karya ini, mahasiswa menampilkan kemampuan pemeranan yang mendalam sekaligus menghadirkan refleksi tentang eksistensi, kesepian, dan makna panggung bagi seorang aktor.

Ujian Tugas Akhir Penciptaan Komposisi Musik Hadirkan Karya Reflektif “Freedom’s Cry”

Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan kembali menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir Penciptaan Komposisi Musik sebagai bagian dari capaian akademik mahasiswa dalam bidang seni musik.

Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Lisker Siagian akan mempersembahkan karya komposisi musik berjudul “Freedom’s Cry”, sebuah karya yang lahir dari refleksi mendalam terhadap buku Night karya Elie Wiesel. Memoar tersebut menjadi sumber inspirasi dalam menghadirkan pengalaman batin tentang penderitaan, kehilangan, trauma, dan secercah harapan di tengah penindasan.

Melalui bahasa musikal, karya ini tidak sekadar menceritakan ulang peristiwa sejarah, tetapi mengajak pendengar memasuki ruang emosional yang penuh keheningan, luka, dan keteguhan jiwa. Setiap lapisan bunyi menjadi representasi jeritan kebebasan yang terpendam—sebuah doa sekaligus bentuk perlawanan paling dalam terhadap ketidakadilan.

Ujian tugas akhir ini akan dilaksanakan pada Rabu, 06 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Studio Sendratasik.

Didukung oleh tim produksi yang profesional mulai dari pimpinan produksi, stage manager, pemusik, penata artistik, hingga sound dan lighting, pertunjukan ini diharapkan menjadi pengalaman musikal yang menyentuh sekaligus menggugah kesadaran kemanusiaan.

“Menjejak”, Kisah Keberanian Melangkah dalam Ujian Tugas Akhir Minat Tari

Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni kembali menghadirkan karya terbaik mahasiswa melalui Ujian Pertunjukan Tugas Akhir Minat Tari. Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Muhammad Riski akan menampilkan karya tari berjudul “Menjejak”, sebuah pertunjukan yang sarat makna tentang perjuangan, harapan, dan keberanian menapaki masa depan.

Karya ini mengangkat kisah seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan hidup dan berasal dari keluarga broken home, namun tetap menyimpan tekad yang kuat untuk melangkah. Di tengah sunyi dan kesederhanaan, ia percaya bahwa setiap jejak yang diciptakan hari ini akan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Menjejak adalah kisah tentang keberanian melangkah, tentang mimpi yang tumbuh dari tanah paling sederhana, dan tentang bagaimana jejak kaki kecil mampu mengubah arah kehidupan. Melalui gerak tari yang ekspresif dan emosional, pertunjukan ini diharapkan mampu menyentuh perasaan penonton sekaligus menghadirkan refleksi tentang kekuatan mimpi dan keteguhan hati.

Pertunjukan akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025, pukul 20.00 WIB, bertempat di Gedung Utama Taman Budaya Kota Medan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram Seni Pertunjukan.

Didukung oleh tim produksi dan para penari yang solid, karya ini menjadi wujud pencapaian artistik mahasiswa dalam bidang tari sekaligus representasi semangat generasi muda untuk terus melangkah dan meninggalkan jejak berarti.Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan yang penuh makna dan inspirasi ini.

Pementasan “BUI” Hadirkan Pergulatan Manusia di Balik Jeruji Besi

Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni kembali menghadirkan karya terbaik mahasiswa melalui Ujian Pertunjukan Tugas Akhir Minat Pemeranan dan Penyutradaraan. Kali ini, mahasiswa teruji Ika Fitriana dan Azis Muslim mempersembahkan pementasan naskah “BUI” karya Akhudiat, sebuah drama yang sarat kritik sosial, emosi, dan pergulatan kemanusiaan.

Mengusung slogan “BUI semakin terpenjara”, pertunjukan ini menjadi ruang refleksi tentang kebebasan, keadilan, dan nasib manusia di balik jeruji besi. Melalui konflik yang kuat dan suasana dramatik yang intens, penonton akan diajak menyaksikan bagaimana penjara bukan hanya membatasi tubuh, tetapi juga harapan, martabat, dan rasa kemanusiaan.

Sinopsis:
Dua tahanan dalam satu sel penjara, salah satu di antaranya sudah lama mendekam, dan yang lainnya baru masuk ke jeruji besi, mereka memiliki kesamaan yakni ingin mempertahankan keadilan, mendapatkan hak mereka sebagai seorang manusia, dan keadilan di ruang persidangan, membuat mereka ingin keadilan itu ada dalam jeruji besi dan segera terlaksana.

Bui adalah kebebasan yang terenggut
Bui adalah sistem yang semena-mena
Bui adalah hukum yang tebang pilih
Bui adalah cinta yang membentur kenyataan
Bui adalah hidup yang menggantung dan mati yang menyiksakan senar nafas
Bui adalah ambang hidup, kabur dan penuh perih.

Pertunjukan akan dilaksanakan pada Selasa, 08 Juli 2025, pukul 16.00 WIB, bertempat di Gedung Utama Taman Budaya Kota Medan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram Seni Pertunjukan.

Didukung oleh tim produksi yang solid dari unsur sutradara, artistik, musik, lighting, tata rias, kostum, hingga dokumentasi, pementasan ini menjadi bukti kualitas dan kreativitas mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.

Jangan lupa datang dan saksikan, karena dalam “BUI”, yang terpenjara bukan hanya tubuh, tetapi juga keadilan itu sendiri.

Andre Ramadani Pentaskan Drama Psikologis “Kematian yang Direncanakan” pada Ujian Tugas Akhir

Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni kembali menghadirkan Ujian Pertunjukan Tugas Akhir Minat Pemeranan melalui karya yang sarat emosi dan ketegangan psikologis. Pada kesempatan ini, mahasiswa teruji Andre Ramadani akan menampilkan pementasan berjudul “Kematian yang Direncanakan”, karya August Strindberg.

Pertunjukan akan dilaksanakan pada Jum’at, 20 Juni 2025 pukul 16.00 WIB di Gedung Utama Taman Budaya Kota Medan, serta dapat disaksikan secara langsung melalui Instagram @prodisenipertunjukan. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum.

Karya ini mengangkat kisah Tuan Durand, seorang ayah yang kehilangan wibawa dan kendali dalam rumah tangganya. Di tengah penolakan dari ketiga putrinya, tekanan ekonomi, dan luka emosional yang terus menumpuk, ia perlahan tenggelam dalam keputusasaan hingga merencanakan akhir hidupnya sebagai bentuk perlawanan sunyi atas runtuhnya harga diri dan nilai-nilai yang selama ini ia pegang.

Dengan balutan realisme yang tajam, pertunjukan ini menghadirkan konflik batin, ironi keluarga, serta potret tragis seorang pria yang kehilangan tempat dalam keluarganya sendiri. Sebuah sajian drama yang mengajak penonton menyelami sisi emosional manusia secara mendalam dan menyentuh.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan karya terbaik mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan.