Mahasiswa FBS Meraih Gelar “Best Choreography” di IMT-GT 2024

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Medan (UNIMED) di kancah internasional. Dalam ajang Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2024 yang diselenggarakan di Universiti Sains Malaysia, delegasi mahasiswa FBS UNIMED berhasil meraih penghargaan bergengsi Best Choreography.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas kreativitas, inovasi artistik, dan kemampuan koreografis mahasiswa FBS UNIMED dalam bidang seni pertunjukan. Melalui konsep garapan yang matang, komposisi gerak yang estetis, serta pengolahan artistik yang kuat, penampilan mahasiswa UNIMED mampu memukau dewan juri dan para peserta dari berbagai negara.

Ajang IMT-GT merupakan forum kolaborasi regional yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Keikutsertaan mahasiswa FBS UNIMED pada kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia di tingkat internasional.

Capaian Best Choreography ini mencerminkan komitmen FBS UNIMED dalam membina mahasiswa yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di panggung global. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya seni yang inovatif dan berdaya saing internasional.

Selamat kepada mahasiswa FBS UNIMED atas pencapaian luar biasa ini. Semoga keberhasilan tersebut menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi gemilang lainnya dan semakin mengharumkan nama Universitas Negeri Medan di tingkat regional maupun internasional.

Tugas Akhir Pemeranan: “Sekar Murka” Tampilkan Drama Cinta dan Konflik Batin

Program Studi Seni Pertunjukan kembali menggelar Tugas Akhir minat Pemeranan melalui pementasan naskah “Sekar Murka” karya Desi Puspitasari, yang dibawakan oleh mahasiswi teruji Natasya Haryani Hutabarat.

Di bawah bimbingan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn. dan Dr. Nurwani, S.St., M.Hum., pertunjukan ini mengisahkan Nis, seorang perempuan yang rela meninggalkan keluarganya demi cinta. Konflik memuncak ketika hubungan yang telah dijalani selama enam tahun justru berujung penolakan, rahasia masa lalu, dan tekanan batin yang membawa tokoh utama pada kondisi stres dan depresi.

Dengan dukungan tim aktor dan produksi yang solid, pementasan ini menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa dalam menunjukkan kemampuan pemeranan, penghayatan karakter, serta kerja kolaboratif di bidang seni pertunjukan.

Mahasiswa Minat Pemeranan Prodi Seni Pertunjukan Gelar Tugas Akhir melalui Pementasan Naskah “Barabah”

Program Studi Seni Pertunjukan kembali menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir minat Pemeranan sebagai bagian dari evaluasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan studi Strata 1. Pada kesempatan ini, mahasiswa Kristiana Berutu tampil sebagai mahasiswa teruji melalui pementasan naskah “Barabah”, karya sastrawan Motinggo Busye.

Naskah Barabah mengangkat kisah kehidupan rumah tangga Banio, seorang kakek tua, bersama istrinya yang masih muda, Barabah. Rumah tangga mereka digambarkan harmonis dan penuh kasih, terlebih dengan hadirnya kehamilan yang sangat dinantikan sebagai harapan memperoleh keturunan laki-laki. Konflik mulai muncul ketika kedatangan tamu-tamu yang menimbulkan kecemburuan dan prasangka di hati Barabah, sehingga memunculkan ketegangan dalam alur cerita.

Pementasan ini diperankan oleh Kristiana Berutu (Barabah), Ekel Wijayanta (Banio), Azis Muslim (Adibul), Rafika Manurung (Zaitun), dan Gibral (Anak), serta didukung oleh tim produksi yang terdiri atas unsur manajemen panggung, artistik, kostum, musik, tata cahaya, dokumentasi, dan publikasi.

Sivitas akademika dan masyarakat umum diundang untuk hadir dan menyaksikan pementasan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa. Program Studi Seni Pertunjukan kembali menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir minat Pemeranan sebagai bagian dari evaluasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan studi Strata 1. Pada kesempatan ini, mahasiswa Kristiana Berutu tampil sebagai mahasiswa teruji melalui pementasan naskah “Barabah”, karya sastrawan Motinggo Busye.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn. selaku dosen pembimbing karya sekaligus sutradara, serta Martozet, S.Sn., M.A. sebagai dosen pembimbing skripsi. Adapun tim dosen penguji terdiri atas Dr. Nurwani, S.St., M.Hum., Irwansyah, S.Sn., M.Sn., dan Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn.

Pementasan ini diperankan oleh Kristiana Berutu (Barabah), Ekel Wijaya (Banio), Azis Muslim (Adibul), Rafika Manurung (Zaitun), dan Gibral (Anak), serta didukung oleh tim produksi yang terdiri atas unsur manajemen panggung, artistik, kostum, musik, tata cahaya, dokumentasi, dan publikasi.