Mata Kuliah Program Studi Seni Pertunjukan
Program Studi Seni Pertunjukan
Mata Kuliah Program Studi Seni Pertunjukan
Program Studi Seni Pertunjukan Universitas Negeri Medan menyelenggarakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dirancang untuk menjamin ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) secara terukur dan berkelanjutan. Kurikulum ini dikembangkan dengan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 6, Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI), serta kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), sehingga relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri kreatif.
Struktur mata kuliah disusun secara sistematis berdasarkan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, serta proses pembelajaran dan penilaian. Mata kuliah dalam Program Studi Seni Pertunjukan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU), Mata Kuliah Wajib Fakultas (MKWF), Mata Kuliah Wajib Bidang Studi (MKWBS), serta Mata Kuliah Pilihan Bidang Studi (MKPLBS). Setiap mata kuliah dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.
Secara substansi keilmuan, mata kuliah dikelompokkan ke dalam empat rumpun utama, yaitu pengkajian, penyajian, penciptaan, dan pengelolaan seni pertunjukan. Rumpun pengkajian berorientasi pada penguasaan teori, analisis, dan penelitian seni pertunjukan. Rumpun penyajian menekankan pada kemampuan performatif dalam menampilkan karya seni secara profesional. Rumpun penciptaan berfokus pada pengembangan kreativitas dalam menghasilkan karya seni yang inovatif berbasis budaya lokal dan teknologi. Sementara itu, rumpun pengelolaan membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial dalam produksi dan pengembangan industri seni pertunjukan.
Distribusi mata kuliah dirancang secara bertahap selama delapan semester dengan pendekatan berjenjang (scaffolding). Pada tahap awal, mahasiswa memperoleh penguatan dasar-dasar seni pertunjukan. Tahap selanjutnya diarahkan pada pengembangan keterampilan teknis dan analitis. Pada tahap lanjutan, mahasiswa mengaplikasikan kompetensi melalui produksi karya dan pemanfaatan teknologi digital. Pada tahap akhir, mahasiswa mengintegrasikan seluruh capaian pembelajaran melalui kegiatan magang, kuliah kerja nyata (KKN), dan penyusunan skripsi dalam bentuk penciptaan atau pengkajian seni.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan student-centered learning (SCL) yang menekankan partisipasi aktif mahasiswa melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), praktik langsung (practice-based learning), dan pembelajaran kolaboratif. Penilaian hasil belajar dilakukan secara autentik melalui berbagai instrumen, seperti penilaian kinerja, portofolio, produk karya, dan proyek, yang dirancang untuk mengukur ketercapaian capaian pembelajaran secara komprehensif.
Dengan struktur kurikulum dan mata kuliah yang terintegrasi tersebut, Program Studi Seni Pertunjukan Universitas Negeri Medan berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai seniman, pengkaji, konsultan, dan tenaga ahli di bidang seni pertunjukan, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.
